DPR Akan Perjuangkan Tenaga Honorer K2

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) FPPP Firmansyah Mardanoes, menerima Audensi Pengurus Pusat Forum Honorer K2 di ruang Fraksi PPP DPR RI, (24/11/17).

Firmansyah Mardanoes mengungkapkan dirinya dan Fraksi PPP akan mendukung sepenuhnya perjuangan para Tenaga Honorer Kategori 2 yang sudah Lama menanti kepastian status dan posisi mereka.

“Kita akan selalu bergerak bersama Rakyat, dalam memperjuangkan dan mengawal Proses Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi aparatur sipil negara pada revisi Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN),” katanya.

Menurutnya salah satu yang tidak boleh ditinggalkan adalah mekanisme verifikasi validasi.

Artinya verifikasi validasi menjadi penting dalam rangka mengetahui jumlah honorer yang benar-benar layak dan sesuai aturan.

Tidak menyimpang secara data dan bisa dipertanggung jawabkan.

Selain hal tersebut Firman mengungkapkan pengangkatan tenaga honorer tidak terlepas memperhatikan kemampuan negara, makanya harus diatur sebaik mungkin, agar semuanya terakomodir.

Firman berpendapat bahwa tenaga honorer harus diupayakan segera agar mereka diangkatnya PNS.

Selain karena lamanya pengabdian hingga puluhan tahun, juga sebagai bentuk penghargaan pemerintah atas kerja keras dan pengabdian mereka selama ini kepada Negara.

Menurut Firman, para tenaga honorer tidak perlu melakukan seleksi untuk diangkat menjadi PNS.

Alasannya karena mereka sudah puluhan tahun mengabdi.

Ketua Pengurus Pusat Forum Pegawai Honorer Kategori II (K2) Titi Purwaningsih sepakat dengan wacana itu.

Ketika merujuk pada UU ASN No 5 Tahun 2014, status pegawai honorer tidak jelas.

Pada undang-undang tersebut, yang diakui statusnya hanyalah PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Titi menyebut jumlah pegawai honorer K2 saat ini mencapai 440.000 orang.

60 persen dari jumlah tersebut berprofesi sebagai guru yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia.

“Harapan saya seluruhnya (tenaga honorer) bisa diangkat (jadi PNS) bertahap selama 3 tahun dan tak ada lagi seperti kami di kemudian hari,” katanya.