Generasi Millennial Peran Kebangsaan dan Nasionalisme

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Ir. Firmansyah Mardanoes MM. Anggota DPR RI F-PPP Menggelar Acara Sosialisasi 4 Pilar di Gedung YPBU (Yayasan Panca Bhakti Utama) Pontianak.

Dalam Diskusi kali ini Firmansyah Mardanoes mengupas dan Membahas Tantangan Generasi Millenial terhadap upaya kesadaran menjaga nilai kebangsaan dan nasionalisme. Beberapa waktu lalu

“Seperti kita ketahui bahwa Generasi Millennial adalah terminologi generasi yang saat ini banyak diperbincangkan oleh banyak kalangan di dunia diberbagai bidang, apa dan siapa gerangan generasi millennial itu?. Millennials (juga dikenal sebagai Generasi Millenial atau Generasi Y) adalah kelompok demografis (cohort) setelah Generasi X, papar Firman dalam presentasi nya.

Selanjutnya ungkap Firman “Peneliti sosial sering mengelompokkan generasi yang lahir diantara tahun 1980 an sampai 2000 an sebagai generasi millennial. Jadi bisa dikatakan generasi millennial adalah generasi muda masa kini yang saat ini berusia dikisaran 15 – 34 tahun”.

Acara yang dihadiri kurang lebih 150 Peserta ini diantaranya adalah Kalangan Mahasiswa AMIK, AMP, APJ, HMJ STAIN Pontianak dan FKPPI Kalimantan Barat ini sengaja dihadirkan di tengah tengah Mahasiswa dan Pemuda dalam rangka membangun sinergitas peran pemuda, Mahasiswa dan Generasi Millenial (Generasi Zaman Now).

Selanjutnya Menurut Firman dalam presentasi nya, bahwa Di Indonesia studi dan kajian tentang generasi millennial belum banyak dilakukan, padahal secara jumlah populasi penduduk Indonesia yang berusia antara 15-34 tahun saat ini sangat besar, 34,45%.

Tahun lalu memang ada sebuah majalah bisnis yang tajuk utamanya membahas generasi millennial, tapi sayang coverage liputanya masih sebatas kaitannya generasi millennial dengan dunia pemasaran, belum masuk secara substansi ke ruang lingkup kehidupan mereka secara menyeluruh.

“Dibanding generasi sebelum, generasi millennial memang unik, hasil riset yang dirilis oleh Pew Researh Center misalnya secara gamblang menjelaskan keunikan generasi millennial dibanding generasi-generasi sebelumnya. Yang mencolok dari generasi millennial ini dibanding generasi sebelumnya adalah soal penggunaan teknologi dan budaya pop/musik. Kehidupan generasi millennial tidak bisa dilepaskan dari teknologi terutama internet, entertainment/hiburan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi generasi ini,” terang Firman

Sumber : http://pontianak.tribunnews.com/2018/03/22/generasi-millennial-peran-kebangsaan-dan-nasionalisme.
Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Rizky Zulham

Firmansyah Mardanoes Serukan Pemuda Zaman Now Melek Teknologi dan Informasi

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aula kampus YPBU Pontianak, yang diselenggarakan Ikatan Mahasiswa Islam Yayasan Panca Bhakti Utama Pontianak
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aula kampus YPBU Pontianak, yang diselenggarakan Ikatan Mahasiswa Islam Yayasan Panca Bhakti Utama Pontianak

 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH – Disela sela mengisi acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aula kampus YPBU Pontianak, yang diselenggarakan Ikatan Mahasiswa Islam Yayasan Panca Bhakti Utama Pontianak, Firmansyah Mardanoes Anggota DPR RI menyampaikan Bahwa Maulid Nabi Muhammad SAW harus menjadi momentum kebangkitan Pemuda Zaman Now.

“Hari ini momentum pencerahan bagi kita bersama-sama, Saya kira ini jadi momen yang pas bagi kita semua mengajak para Pemuda zaman now, berinovasi, melek teknologi, dan selalu cinta negeri, NKRI harga mati” ujar Firmansyah seperti dikutip dari siaran persnya Sabtu (16/12/2017).

“Pemuda Adalah Harapan Bangsa, mereka Adalah calon pemimpin yang akan mengukir sejarah masa depan, Harus dibekali keilmuan, dan semangat perubahan, “Minad Dhulumati Ilan Nur”, semangat pencerahan Nabi Muhammad Harus ada dalam setiap dada Pemuda hari ini,” kata Firmansyah.

Menurut Firmansyah, para pemuda saat ini menjadi salah satu tumpuan bangsa dan Negara. Dengan kekuatan teknologi informasi, dirinya yakin peran Pemuda bisa semakin spektakuler, sebuah keniscayaan dalam membantu mendorong perubahan positif di masyarakat Indonesia, khususnya Kalimantan Barat.

Menurut Firmansyah yang juga pegiat pendidikan, Pemuda milenial atau pemuda zaman now harus melepaskan diri dari perangkap kegalauan menghadapi tingkat persaingan global. Terlebih mencegah diri tersesat diruang kecanggihan teknologi, menjadi obyek pasar global tanpa daya dan upaya. Generasi muda milenial secara dituntut mempunyai kreativitas dan daya saing tinggi dalam memanfaatkan era digital.

“Saya kagum sekarang banyak para pemuda dengan kelihaian teknologi informasi mampu membuat banyak perubahan sosial ekonomi, “Jadilah penerus Nabi yang dibanggakan, wujudkan cita-cita sebagai Agen off Change, seperti ungkapan Bung Karno ” Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia,” Tegas Anggota DPR RI Wakil Kalbar ini.

“Pemuda Pontianak Kalimantan Barat, kita dorong bersama pemerintah agar terus berani berkreasi, disegala bidang, ciptakan peluang – peluang ekonomi digital, digital marketing, , termasuk upaya start-up business melalui teknologi,” ujarnya.

“Sayidina Ali sahabat Nabi pernah berkata Al-haqqu bila nizom, yaghlibuhul baatil binnizom “Kebenaran yang tidak terorganisir dengan bagus, akan dikalahkan Kebatilan yang Sistematik atau terorganisir, karenanya pemuda harus mulai menginisiasi rencana tersebut dengan matang,”.

“Dimasa mendatang pemuda di daerah-daerah, di desa-desa, diwilayah Kalimantan Barat diberi ruang besar dan disentuh dengan cara baru yang kental nuansa teknologi informasi, pasti sangat luar biasa,” imbuh Firmansyah.

Firmansyah Mardanoes Berikan Pendidikan Politik dan Jaring Aspirasi Kader PPP Sambas

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, – Anggota DPR RI F-PPP wakil Daerah Pemilihan Kalimantan Barat, Ir.Firmansyah Mardanoes MM. Menyapa kembali kader PPP Kalbar, kali ini adalah Kader DPC dan DPAC PPP se-Kabupaten Sambas, melalui Pendidikan Politik dan Silaturahmi Jaring Aspirasi pasca LKKD DPC PPP Sambas.

Ir. Firmansyah Mardanoes Mengungkapkan bahwa dirinya akan selalu memperjuangkan konstituen di daerah pemilihannya Kalbar, khususnya Kabupaten Sambas. Karenanya Sebagai anggota legislatif wakil dari masyarakat Kalimantan Barat, Firman menggelar jaring aspirasi sekaligus pendidikan politik bagi Konstituen dan para kader PPp, melalui kegiatan Sosialisasi UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, di Hotel Pantura Jaya Kabupaten Sambas. (6/11)

Dalam sosialisasi dan silaturahim tersebut Firman banyak menjelaskan tentang fungsi, tugas dan peran lembaga DPR RI termasuk kewajiban anggota DPR RI untuk memperjuangkan konstituen di daerah pemilihannya. Termasuk bagaimana kader PPP menyikapi konstelasi politik nasional dan daerah, terhadap persiapan pemilu 2019 kedepan.

“Sebagai Kader PPP yang _Militan_, kita harus siap merapatkan barisan, dan menjalankan roda organisasi semaksimal mungkin, pasca LKKD, kader harus siap lahir batin berjuang dan terus bergerak bersama rakyat” tegas Firmansyah menyemangati para petinggi Partai PPP di Sambas tersebut.

Dihadapan sekitar seratus kader PPP yang terdiri dari pengurus DPC dan DPAC PPP, Firmansyah mengajak kader untuk selalu berada di pihak rakyat, membela kepentingan dan berjuang untuk kesejahteraan rakyat sesuai dengan amanah Partai Persatuan Pembangunan.

Dalam paparannya, Firman menyampaikan bahwa Hubungan partai politik dengan pendidikan politik bisa dirunut dari fungsi partai itu sendiri. Karena partai politik memiliki 4 fungsi yang salah satu dari fungsi tersebut adalah pendidikan politik untuk anggota partai itu sendiri maupun untuk masyarakat umum.

Partai politik menurut Firman adalah organisasi atau golongan yang berusaha untuk memperoleh dan menggunakan kekuasaan. Yang mana dalam memperoleh kekuasaan itu dibutuhkan cara dan teknis maupun ideologi untuk memperolehnya. Partai politik merupakan saluran utama untuk memperjuangkan kehendak rakyat, bangsa, dan negara sekaligus sebagai sarana kondensasi dan rekrutmen kepemimpinan nasional dan lokal.

“Karenanya semua stakeholder partai, simpul-simpul kader dan para pejuang Partai dalam lingkaran PPP di DPP, DPW, DPC, DPAC maupun ranting sebagai ujung tombak, harus satu visi dan misi, harus siap dengan instrumen politik dan aturan-aturan main baru, termasuk UU no 7 tahun 2017 yang mengatur semua aturan main didalamnya” tegas Firman.

Sedangkan dalam diskusi tersebut, para kader banyak mencurahkan pendapat terkait bagaimana upaya kedepan PPP di Sambas akan bisa memperoleh suara signifikan, naik dari 4 kursi menjadi lebih dan harapan kader agar setiap langkah bisa menjadikan dampak elektoral PPP pada 2019, menuju petiga besar.